Prestasi Sutomo

Perpus Digital

PERPUSTAKAAN DIGITAL

SUTOMO 2

SUTOMO 2

Pembelajaran

Pembelajaran Online

INFORMASI

YAYASAN PERGURUAN SUTOMO MEDAN sampai saat ini tidak mendirikan atau mengelola UNIVERSITAS apapun, jadi hanya mulai dari PG-TK-SD-SMP-SMA saja. Jika ada pihak-pihak diluar yang mengatasnamakan YAYASAN PERGURUAN SUTOMO dalam mengelola UNIVERSITAS itu jelas bahwa pihak-pihak tersebut bukan dari YAYASAN PERGURUAN SUTOMO.  Demikian disampaikan agar maklum.

Akses terbaru Website siswa di Android

Untuk mengunduh silahkan klik di sini : Unduh (download)

Hanya dapat diunduh langsung di Android dan oleh pengguna Android.

Surat Lamaran dilengkapi dengan :

  1. Daftar riwayat hidup
  2. Fc Ijasah SMA
  3. Fc. Daftar Nilai SMA
  4. Fc. Ijasah S-1
  5. Fc. Transkrip Nilai S-1
  6. Fc KTP 1 lembar
  7. Pas Foto 3x4 berwarna 1 lembar
  8. Fc. sertifikat pelatihan, seminar, workshop yang mendukung posisi yang dilamar jika ada
  9. Fc. Referensi kerja jika ada

Lamaran diantar/dikirim ke HRD YAYASAN PERGURUAN SUTOMO - Jl. Letkol. Martinus Lubis No. 7 Medan

Empat siswa SMA Sutomo 1 Medan meraih medali pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA 2014 di Mataram-Nusa Tenggara Barat (NTB). Keempat siswa Sutomo meraih satu medali emas, satu perak dan dua perunggu.

Demikian disampaikan Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin kepada wartawan di kantornya, Jalan Letkol Martinus Lubis Medan, Senin (8/9). 

Khoe Tjok Tjin mengatakan, keempat siswa yang memperoleh medali yakni, Toby Rufeo meraih medali emas kategori Astronomi, Prabowo meraih medali perak kategori Komputer dan Ryan Eka Cahaya meraih medali perunggu kategori Fisika dan Brian Yaputra meraih medali perunggu kategori astronomi.

Toby Rufeo mengaku persaingan sangat berat pada OSN di Mataram yang diglar 1-7 September 2014. Menurutnya, siswa-siswi dari Pulau Jawa memang sangat luar biasa dari segi kemampuan dan kecerdasan. “Dengan memperoleh medali pada OSN di Mataram ini membuktikan bahwa tradisi medali emas oleh siswa-siswi Sutomo 1 tidak pernah lepas,” katanya. 

Dia mengaku saat lomba ada ujian teori, pengolahan data dan observasi. Tetapi saat observasi terkendala cuaca terpaksa ujian dialihkan dengan menggunakan peralatan teleskop. “Juri melihat bagaimana kita menggunakan teleskop. Untung saja, kita sering latihan dan di sekolah ada alatnya jadi tidak canggung. Kita latihan melihat bulan di sekolah malam hari sampai pukul 23.00 WIB,” katanya. 

Toby berharap dengan merolehan medali ini dia dapat mengikuti olimpiade astronomi tingkat internasional yang akan digelar di Indonesia pada tahun 2015 dan menargetkan bisa menyumbangkan medali emas. 

Sementara Prabowo yang ikut kategori komputer juga mengakui persaingan sangat berat. Pada ajang OSN ada empat soal yang semuanya tentang program dan diharapkan ada produk yang bisa dihasilkan. “Di kategori komputer nilai kita bisa langsung dilihat. Syukur dapat medali perak. Kita akan giat berlatih sehingga bisa ikut seleksi untuk ajang lebih tinggi di tingkat internasional,” katanya.

Sementara Ryan Eka Cahaya yang merupakan siswa dari kelas akselerasi mengakui OSN kali ini memang cukup berat persaingan. Tetapi dirinya bersyukur bisa menyumbangkan medali bagi Sumatera Utara. Dirinya bersama teman-teman dari Sutomo yang mengikuti pembekalan oleh Dinas Pendidikan Sumatera Utara di Medan. Dia mengaku sangat bersyukur dengan materi saat pembekalan ternyata sangat efektif dengan diberi soal setiap hari empat. Bahkan, ada soal-soal baru yang tidak ada dalam belajar sehingga sangat membantu saat bertanding di Mataram.  

Selengkapnya...

Siswa kelas XII IPA 3, SMA Sutomo 1 Medan, Joandy Leonata Pratama meraih prestasi internasional dengan mendapatkan medali perunggu pada 8th International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) di Suceava-Gura Humorului-Rumania yang diadakan 1-11 Agustus 2014. Demikian Disampaikan Joandy Leonata Pratama didampingi Kepala SMA Sutomo 1, Ir Khoe Tjok Tjin di Sekolah, Jalan Letkol Martinus Lubis Medan, Jumat (15/8).

Dia menjelaskan, untuk meraih prestasi internasional ternyata tidak mudah. Harus meraih prestasi berjenjang seperti menjadi juara pada seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kota, tingkat provinsi dan tingkat nasional. “Di tingkat nasional saya berada di posisi dua dari 5 orang terbaik dan semua mendapat medali emas pada OSN di Bandung tahun 2013 lalu,”katanya.

Joandy menceritakan, untuk menjadi duta Indonesia di kancah internasional ternyata tidak mudah. Setelah meraih peringkat 2 nasional, dirinya diundang untuk mengikuti seleksi tahap pertama. Dari 7 peserta, hanya dirinya yang mewakili Kota Medan dan Sumatera Utara. Sementara keenam lainnya berasal dari SMA Santa Usula dan SMA Negeri MH Thamrin Jakarta, SMA Negeri 4 Berau-Kalimantan Barat, SMAN 1 Plus Riau, SMA Negeri 1 Kudus, dan SMA Negeri 3 Malang. “Indonesia meraih 6 medali, 3 perak dan 3 perunggu serta  satu honorable mention.

Selengkapnya...

alt

alt

Sosialisasi Pajak oleh Direktorat Jendral Pajak Di AULA SMA SUTOMO 1 MEDAN.

Sosialisasi diikuti oleh siswa-siswi kelas X dan XI SMA.

YAYASAN PERGURUAN SUTOMO MEDAN sampai saat ini tidak mendirikan atau mengelola UNIVERSITAS apapun, jadi hanya mulai dari PG-TK-SD-SMP-SMA saja. Jika ada pihak-pihak diluar yang mengatasnamakan YAYASAN PERGURUAN SUTOMO dalam mengelola UNIVERSITAS itu jelas bahwa pihak-pihak tersebut bukan dari YAYASAN PERGURUAN SUTOMO.  Demikian disampaikan agar maklum

alt

Wagubsu, Ir. H. Tengku Erry Nuradi, dan seribuan siswa mengangkat jari kelingking sebagai simbol penolakan terhadap golput pada pemilihan umum (Pemilu) Legislatif 9 April 2014 mendatang. 

Siswa sebagai generasi muda penerus bangsa harus turut serta berperan dalam menentukan perwakilan legislatif, eksekutif sebagai pihak yang menjalankan roda pemerintahan.

Sikap tersebut disuarakan Wagubsu dan seribuan siswa usai simulasi penjoblosan bagi pemilih pemula di SMA Sutomo 1 Jalan Bintang Medan, Senin (7/4).

Hadir dalam simulasi bagi pemilih pemula tersebut Ketua KPU Medan Yenni Chairani Rambe, perwakilan Panwaslu Medan, perwakilan Kesbanglinmas Provinsi Sumatera Utara dan praktisi pendidikan Universitas Sumatera Utara (USU).

Dalam kesempatan tersebut, Wagubsu mengajak para siswa datang ke TPS untuk menyalurkan hak suaranya dan jangan terpengaruh pada pihak tidak bertanggungjawab yang mengajak untuk tidak menjoblos.

“Jangan golput karena golput bukan pilihan bijak. Saya berharap, para siswa sebagai gerenasi penerus bangsa harus sejak dini berperan dalam menentukan wakilnya, baik di legislative, eksekutif,” ujar Erry.

Erry juga menyarankan para siswa untuk tidak langsung pulang ke rumah usai melakukan penjoblosan di bilik suara, tetapi turut melakukan pengawasan proses penjoblosan dari luar TPS.

“Katakanlah tidak ada terjadi kecurangan, setidaknya kita memahami lebih dekat bagaimana proses pemungutan suara. 

Karena itu, ada baiknya kita tetap berada di lingkungan TPS usai menjoblos. Disana nantinya kita akan belajar bagaimana proses demokrasi berlangsung,” ujar Wagub.

Sementara Ketua KPU Medan menyebutkan, bagi siswa yang belum memperoleh lembar surat undangan menjoblos atau formulir C6 untuk segera melapor ke kantor KPU Medan.

“Adik-adik, jangan lupa datang ke TPS pada 9 April nanti. Gunakan hak suaranya sesuai keyakinan masing-masing. Bagi yang belum mendapat surat undangan menjoblos, jangan sungkan untuk datang ke kantor KPU,” sebut Yenni.

Salah seorang siswa kelas 3 SMA Sutomo 1 Medan, Mario Yaputra, mengaku senang mengikuti simulasi penjoblosan bagi pemilih pemula.

“Selama ini hanya tahu dari Koran, televisi dan brosur saja. Tetapi dengan adanya simulasi, saya tidak bingung lagi di TPS nanti,” sebut Mario.

Sebelum melakukan simulasi penjoblosan, para siswa mendapat pengarahan tata cara menjoblos, mulai cara masuk ke TPS, mengenali warna surat suara, menjoblos, memasukkan surat suara ke kotak suara hingga mencelupkan jari kelingking ke dalam tinta yang telah disediakan.

Guna merangsang para siswa terlibat aktif dalam simulasi penjoblosan, pihak penyelenggara memberikan hadiah bola kepada siswa yang terampil melakukan penjoblosan.

Tim basket siswa kelas XII SMA Sutomo 1 meraih juara Turnamen Piala Anam Koto 2014 yang berakhir Kamis (3/4) di GOR Samudera Jalan Masjid/Pancing Medan Estate.

Pada lagi akhir kemarin, SMA Sutomo 1 tampil tidak terkalahkan usai mencatat kemenangan ketiga atas SMA Methodist 2 dengan skor 60-57. Dengan hasil itu, SMA Methodist 2 menempati peringkat ketiga. Posisi kedua ditempati  SMA Methodist Binjai yang pada pertandingan pertama kemarin unggul atas SMA Sutomo 2 dengan angka 60-41.

Tim SMA Sutomo1 yang dibesut manajer tim Drs Johan Arifin, pelatih Suwandy serta asisten Suheilman Salim itu diperkuat pemain antara lain Giovanni, Frederick Wijaya, Albert Wijaya, Andrew HW, David, Davin, Fernando, Tommy, Idden dan  Jackey.

Turnamen basket antar pelajar yang dikhususkan untuk siswa kelas XII yang digagas dan digelar oleh perusahaan kelapa sawit Anam Koto merupakan program CSR yang mengambil tema "CSR support for youth basketball".  

Acara penutupan kejuaraan ini ditandai dengan makan malam bersama seluruh tim peserta di Lucky King Medan.

Ketua Pengprov Perbasi Sumut Mathias Huangdinata SH menyampaikan apresiasi kepada perusahaan Anam Koto yang menggelar kegiatan ini melalui program CSR nya.

Sementara Ketua Dewan Kehormatan Perbasi Sumut dr Sofyan Tan yang juga hadir dalam acara penutupan mengharapkan kegiatan ini dapat digelar berkesinambungan setiap tahun, sehingga dapat diagendakan menjadi kegiatan rutin basket tingkat pelajar di daerah ini.

“Apa yang dilaksanakan Anam Koto dalam mendukung kegiatan olahraga di kalangan remaja dan pelajar ini menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya di daerah Sumatera Utara karena dengan melaksanakan kegiatan positif dikalangan pelajar dan remaja ini, berarti telah mengurangi kesempatan para remaja dan pelajar tersebut untuk beraktifitas didalam kegiatan negatif lainnya,” ujarnya.

CEO Anam Koto, Buyung Chan menyebutkan, kegiatan ini menyampaikan terima kasih kepada Perbasi dan segenap panitia pelaksana serta para peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar ini. Pihaknya akan terus mendukung program Perbasi daerah ini, khususnya dalam pembinaan pemain usia dini.

Para juara masing-masing mendapatkan piala, medali dan uang pembinaan. Panitia pelaksanan juga menetapkan pelatih terbaik kepada Suwandy (Sutomo1) dan pemain terbaik/MVP diraih Wilson (Methodist 2).

Indonesia International Mathematics Competition (IIMC) 2011

article thumbnail

Edwin Winata Hartanto (6C / 25076) dan Bella Godiva (6E / 27895), Kedua siswa SD Sutomo 1 ini mewakili negara Indonesia pada Indonesia International Mathematics Competition (IIMC) 2011 atau kompeti [ ... ]


Juni Fransisca, OSK 2011

article thumbnail


Siswa Sutomo 1 Raih Prestasi terbaik di Ajang Internasional

article thumbnail

Medan, (Analisa). Untuk kesekian kalinya prestasi terbaik ditorehkan oleh siswa SMA Sutomo 1 Medan dalam ajang International Physics Olympiad (IPhO) ke -43 yang berlangsung di Estonia, 15-24 Juli 2012 [ ... ]


Tim Olimpiade Fisika Indonesia Raih Emas

article thumbnail

Prestasi terbaik kembali ditorehkan oleh siswa Indonesia pada ajang International Physics Olympiad (IPhO) ke-43 yang berlangsung di Estonia, 15 – 24 Juli 2012 dan harus bersaing dengan 84 negara [ ... ]


OSN 2011 - Menado

article thumbnail

Maretta Simon (Kelas 6C) dan Nicholas Tanvis (6E) mewakili Propinsi Sumatera Utara untuk bertanding di ajang Nasional pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2011 yang diselenggarakan pada tanggal 11-16 S [ ... ]


Medeline Wijaya

article thumbnail

  Pekanbaru, Riau (14/07).
Pewushu masa depan Sumut, Medeline Wijaya mendulang sukses di Kejurnas Wushu Junior 2012 di Pekanbaru 10 -13 July 2012.
Putri dari pasangan Bp. Rusli Abeng dan Ibu. Herlin [ ... ]